Home > My Day > Obat Itu Ada di Hati

Obat Itu Ada di Hati

November 14th, 2008

Sabtu,6 September 2008, tepat hari ke-6 puasa Ramadhan 1429 aku ambruk. Entah apa yang terjadi, setelah jamaah dzuhur tiba-tiba kedua tanganku dingin, kemudian menjalar ke tubuhku. Saat itu juga aku izin pulang.

Di jalan aku merasakan tanganku makin mati rasa kakiku mulai dingin dan mati rasa. Mendekati Kotagede,tiba-tiba aku merasakan ulu hatiku seperti ada yang menusuk. Aku pingsan sesaat, jatuh bersama sepeda motorku. Kaki, tanganku terasa sangat lemas. Kukontak temanku untuk menjemputku.

Aku dibawa ke PKU Kotagede. Disana didiagnosa, tidak ada yang bermasalah, semua normal. Satu jam berselang, tiba-tiba aku merasa sekujur tubuhku kram, dimulai dari kaki, perut, hingga wajah. Aku pasrah, kurasakan batas antara hidup dan mati. Ya Allah, aku pasrah, aku ikhlas jikalau nyawaku diambil. Sampai akhirnya aku dirujuk ke PKU Pusat.

Di PKU aku ditangani oleh dr Iqbal. Hepatitis adalah diagnosa pertama, namun dr Iqbal masih belum yakin, harus di-USG. Hari minggu aku di-USG. Hasilnya?…Ada penumpukan lemak di empedu dan empedu terinfeksi. Empedu harus diambil sebelum infeksi menyebar dan pecah. OMG,empeduku diambil?..nggak kebayang.

Tetapi dr Iqbal menjelaskan bahwa orang tanpa empedu tetap tidak akan ada masalah. Operasi hari selasa, nunggu dokternya dari jepang. OK, ada waktu 1,5 hari. Akupun cari-cari referensi, googling lewat ‘jendela bergerak‘. Hasilnya? Orang-orang tanpa empedu bisa menjalani kehidupannya seperti biasa. Empedu hanya menampung cairan empedu yang dihasilkan hati, tanpa empedu cairan ini akan langsung dialirkan ke usus halus untuk membantu pencernaan.

Hari selasa tiba, operasi akan dilakukan setelah dzuhur. Operasi akan dilakukan dengan metode laparaskopi, hanya akan meninggalkan 3 bekas luka kecil. Operasi akan dipimpin oleh dr Jisdan, dengan anestesi dr Joko. Hah, dr Joko, cool guy, kocak banget, bikin nggak grogi.

Jam 1 operasi dimulai. Tiba-tiba saja selesai, kira-kira jam 3 aku sudah di kamar lagi, mulai siuman, mulai mengigau. Tapi aku merasa tidak ada yang salah dengan tubuhku, tidak ada yang sakit, hanya ada selang yang keluar dari hidungku dan perutku. Dr Jisdan menjelaskan operasi berjalan lancar dan direkam dan aku boleh memiliki rekamannya..wow. Aku merasa ok, tapi 2 hari berikutnya sepertinya ada masalah, badanku mulai membengkak.

Sabtu siang, tepat 1 minggu aku di PKU, aku boleh pulang. Di rumah aku merasakan hawa yang sangat panas. Akupun minta dipindah ke rumah kakakku. Di ruangan ber-AC aku merasa kedinginan. Serba salah..tubuhku yang salah atau memang hawanya yang salah.

Setelah maghrib aku kejang, kurasakan lagi batas antara hidup dan mati. Kupasrahkan lagi hidupku. Lagi-lagi aku dibawa ke PKU. Tekanan darahku 190/130..wow nyaris.

Aku sudah tidak betah di rumah sakit, aku minta pulang. Akhirnya hari minggu jam 10 malam aku pulang. Aku tidak langsung pulang, aku diantar kakakku ke pak Ihsan (HM Ihsanul Arifin), ustad di Karangkajen, aku butuh pendamping spiritual.

Bengkakku semakin parah, wajah, badan, kaki, tangan bengkak semua. Aku cek darah, diperiksa dr Gita (dokter Bethesda), hasilnya ada masalah dengan ginjal, kemungkinan batu ginjal. Ya Allah, kenapa lagi ini. Aku coba check up ke PKU lagi. Aku tidak bertemu dr Iqbal, aku hanya bertemu dr Lusi (dr Iqbal sedang umroh). Akupun diminta cek lab lagi, hasilnya lebih parah, aku divonis gagal ginjal dan harus cuci darah saat itu juga. Hasil lab menunjukkan semua tes jauh diatas normal. Berat badankupun menjadi 81kg (sebelumnya 71kg), dalam kurang dari 2 minggu berat badanku naik 10kg.

Ketika diminta cuci darah, aku dan kedua kakakku menolaknya. Haha, dr Lusi sempat terlihat emosi. Kedua kakakku akhirnya kembali mengantarku ke pak Ihsan. Disana aku banyak mendapat pengalaman spiritual. Thanks Allah, melalui pak Ihsan dan keyakinan hati untuk sembuh, aku mulai sembuh.

Badanku mulai menyusut, bahkan mencapai 64kg. Badanku habis, protein yang kutimbun, senantiasa kususun habis sudah. Tapi aku masih bersyukur, aku masih diberi kesempatan untuk hidup.

Sebulan berlalu dan aku mulai jenuh di rumah. Aku putuskan untuk mulai bekerja meskipun merasa belum begitu sehat. Bertemu kembali dengan teman-teman kantor. Mulai menjalani aktifitas seperti biasa.

Sampai saat ini, saat aku menulis tulisan ini, aku merasa sangat sehat. Tidak ada pantangan makanan apapun meskipun hidup tanpa empedu dan pernah divonis gagal ginjal. Bahkan aku sudah mulai mengumpulkan kembali proten-protein yang sempat hilang dan menyusunnya kembali, badan segar dan kudapatkan berat badan yang kuinginkan selama ini (67 64 kg) .

Bisa kupetik hikmah dari kejadian ini. Manusia sangatlah kecil di hadapan Allah, nyawa ini hanya dititipkan Allah ke raga kita. Bersyukurlah setiap saat, jalankan kewajiban-kewajiban yang telah diperintahkan Allah, jangan pernah ditunda apalagi dilewatkan, jauhi larangan-laranganNya. Karena tidak henti-hentinya Allah memberikan kenikmatan, kebahagiaan kepada kita. Terima kasih Allah telah mengingatkanku.

My Day , , ,

  1. renato
    January 6th, 2009 at 14:20 | #1

    salam kenal mas,
    saya tertarik ama artikel ini. pengalaman yg tidak semua org merasakannya., tapi kok saya masi bertanya2, disaat harus cuci darah, dan tidak cuci darah, kok bisa berangsur sembuh mas? pak Ihsan yg mas critakan itu membantu obati melalui cara apa ya mas?? hehe, penasaran ni.

    btw, suwun sharing pengalamannya.

  2. January 6th, 2009 at 15:07 | #2

    Karena saya yakin semua obat itu ada di hati. Ketika semua obat dilahap, tapi hati tidak yakin untuk sembuh, saya yakin tidak akan pernah sembuh.
    Oya, pak Ihsan yang membimbing saya, meyakinkan saya untuk tetap keep survive. Bukan obat yang beliau berikan, hanya keteguhan hati yang diajarkan.

    ps. Pak Ihsan adalah seorang ustadz yang Insya Allah bisa membedakan mana sakit medis dan mana sakit non medis.

  3. March 30th, 2009 at 15:45 | #3

    Om hendry
    Saya juga salah satu orang yang idup tanpa empedu. saya baru aja di operasi dan diambil empedunya, karena di dalamnya terdapat batu segede kelerang.

    Sebenarnya saat ini saya sangat kebingungan dan frustasi, karena sehabis operasi dokter masih menafsirkan asam lambung tinggi, so kembung jadinya. Tapi setelah saya baca artikel ini saya sangat gembira dan bersyukur bahwa saya masih diberi kepercayaan menjaga nyawa di raga ini.

    So menjadi semangat dan bisa beraktivitas seperti biasanya. Sering beri aku pengetahuan tentang info ini mas.

  4. Dian
    September 9th, 2009 at 11:04 | #4

    Om HEndry
    Tanggal 31 Agustus 2009 lalu, empedu saya juga diangkat. Tak ada jalan lain, begitu kata dokter. Pasca operasi ini, saya masih bingung menjalani pola makan. Apakah hanya busa yang bening saja atau diperbolehkan yang lain. Saya juga msih khawatir menjalankan aktivitas sebelumnya. Sungguh sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.Dengan membaca artikel Om, mata saya mulai terbuka. Diangkatnya empedu saya bukan berarti hidup saya menjadi hancur..

  5. September 9th, 2009 at 14:26 | #5

    Mbak Dian…coba konsultasikan ke dokter jenengan mengenai makanan apa saja yang boleh dikonsumsi…
    Kalau dokter saya bilang tidak ada pantangan…

  6. inel
    October 6th, 2009 at 14:06 | #6

    Pak Henry , kenapa setelah operasi empedu tersebut badan bapak jadi gemuk dan difonis ginjal ? apa ada kaitannya dengan operasi empedu tersebut ? tlg pak penjelasnyanya saya akan dioprasi pertengahan bulan November 2009 dan sy dinggal di JKT dan akan operasi di Bogor karana faktor biaya sih..sy cari yg sesanggup sy , tks byk pak.

  7. Hendra
    November 20th, 2009 at 08:21 | #7

    Saya juga br saja menjalani operasi pengangkatan empedu, mas.. Alhamdulillah keadaan saya skrg smakin membaik, dan setelah membaca berbagai artikel di sana sini akhirnya saya yakin bahwa saya akan tetap OK hidup tanpa kantung empedu. :P

  8. November 20th, 2009 at 08:47 | #8

    sepakat….

  9. andi priya permana
    December 18th, 2009 at 21:20 | #9

    saya 1 bulan yg lalu juga baru saja diangkat empedunya, mas henry makanan / minuman macam apa saja yang boleh dikonsumsi dan yang tidak boleh dikonsumsi oleh orang tidak mempunyai empedu?… dan kenapa pinggang sebelah atas saya masih merasa nyeri? pada operasi saya dengan cara laparscopy tapi gagal hingga dilakukan dengan cara disayat (convensional ).

  10. December 19th, 2009 at 08:49 | #10

    untuk makanan tidak ada pantangan mas,cuma kurangi makanan berminyak & berlemak dan perbanyak minum air putih…
    untuk masalah nyeri di pinggang coba konsultasikan ke dokter, karena alhamdulillah saya tidak mengalaminya…

  11. February 9th, 2010 at 07:50 | #11

    Subhanallaah…

    LUAR BIASA kisahmu.. dhab…

    mungkin itulah cara Allah SWT untuk menunjukan rasa CINTA-Nya..
    untuk para hambaNya yang TERPILIH..
    dan untuk menguji seberapa besar keimanan hambaNYa…
    dan kini terbukti bahwa hanya hambaNya yang terpilih-lah yang Ia kehendaki untuk mendapatkan Hidayahnya…

    semoga tetap istiqomah, amien…

  12. February 10th, 2010 at 11:06 | #12

    @hanggabzn
    Amiin…
    Insya Allah masdab….

  1. January 21st, 2009 at 16:57 | #1