henrywae's weblog bekerja..belajar..berkarya..berjuang

26May/1112

Sosialisai Online System Ditlantas Polda DIY

Setelah sebelumnya menikmati keanehan online system pendaftaran BPKB (kirim-kiriman data pake email bo’), kemarin (25 Mei 2011) Ditlantas Polda DIY kembali mensosialisasikan sistem baru dengan konsultan baru. Sebelumnya semua dealer diharuskan mengirimkan data BPKB ke email Ditlantas (emailnya Yahoo ya..mirip emailnya komisi 8 DPR RI..hehe). Untuk system kali ini setiap dealer yang akan mendaftarkan BPKB harus membawa flashdisk berisi data BPKB hasil export data dari aplikasi Ditlantas. Awalnya menggunakan flashdisk, namun nantinya akan menggunakan sistem online.

Ane sendiri, atau mungkin beberapa programmer lain pasti tersenyum kecut melihat software Ditlantas ini. Dalam hati ane “WTF…kepolisian pake software kayak gini??!!”. Error dimana-mana, cara penginputan yang aneh, interface yang nggak menarik, struktur database yang aneh juga. Dibuat menggunakan Delphi 7, MS Access Database, yang ane yakin pembuatannya kurang maksimal.

Katanya sih, si konsultan udah ngerjain project ini secara nasional. Beberapa Polda sudah menggunakan konsultan ini.

Semoga saja kualitas software di internal Ditlantas jauh lebih baik daripada software yang dibagikan ke dealer. Semoga saja keamanan online system yang nantinya akan diaplikasikan jauh lebih baik dari system ‘Blokir BPKB’ kemarin (pak polisi…. yang kemaren orang asing gampang masuk ke sistem beserta data-datanya lho… :)). Semoga saja tujuan pak polisi untuk mempercepat pelayanan dapat terwujud tanpa harus menggelembungkan perut oknum-oknumnya dengan menggunakan software murah dan tidak berkualitas. Amin.

Tags: ditlantas polda diyditlantas diybpkb orang asing
Filed under: Coretan Leave a comment
Comments (12) Trackbacks (0)
  1. Kebetulan sy kenal bbrp org yg sangat pintar mengomentari sesuatu, tp sbenernya kurang jelas jg apa prestasi yg pernah diraih.. Sepertinya anda tmsk jenis ini. Satu hal, sy pernah menghadapi bbrp hal spt yg anda resensikan. Asal tahu saja faktornya tuh banyaaaaak bgt, jauh lebih rumit dr jangkauan pikiran dangkal komentator2.. Sy, dan seharusnya jg anda, mustinya ngerti kalau cukup wajar kekacauan terjadi pd awal implementasi sesuatu, asal dimulai dan terus diperbaiki.. Isn’t it? So, it’s good 4 u to realize that good things comes from the messy one.. Thanx, have a good day!!

  2. Tim konsultan sudah mengerjakan project ini secara nasional di beberapa daerah… Pastinya kerumitan2, kekacauan2 itu sudah diatasi di project2 sebelumnya kan?… Ini projectnya sama persis lho, bukan project baru yang memerlukan analisa baru, perkiraan kekacauan yang baru…

    Ketika sharing sama teman2, saya tunjukkan aplikasinya, ada banyak komentar yang muncul… ‘Kok programe jadul ya,’…’Kok nginpute aneh ya,’…’Lha, kok error.’…dsb… Komentar2 seperti ini kan seharusnya sudah pernah muncul & mereka terima di awal project & pastinya sudah diperbaiki kan? (maksud saya adalah project sebelum di Polda DIY)…

    Okelah untuk frontend application boleh sederhana, simpel…tapi mbokya jangan nanggung… Ini konsultan nasional lho, mereka bisa membuat yang lebih baik…

    Saya tetap mengapresiasikan niat baik pak polisi… Mangkanya di akhir paragraf ada banyak harapan2 dari saya yang semoga bisa terwujud… Salah satunya adalah semoga backend application tidak nanggung seperti frontend applicationnya…

    Terima kasih…komennya cool…keren…

  3. Assalamu’alaikum
    Wah menarik juga nich komentar kang hanry….,
    tapi ngomong-ngomong masalah interface baik atau pun buruk, itu tidak dapat di jadikan ukuran system itu bagus atau ngga, sama juga seperti cara pandang qta kepada sesama manusia , klo cara pandang qta terbatas hanya pada interface ( tampilan wajah aja) siapa ngira artis qta seperti mas tukul yang mohon maaf interfacenya alias wajahnya wong ndeso katrok tapi rejeki jutawan ,di sisi lain sama seperti cara pandang qta terhadap SELLY ato juga MELINDA DEE yang melakukan penipuan, interfacenya waduhhhhh ampunnn sy aja juga pepincut, tapi ternyata sifatnya banyak merugikan orang lain , nah dari kesimpulan itu alangkah baiknya qta memahami sesuatu itu tidak memandang sebatas kulitnya semata, tetapi lebih pada profesionalme seperti nyuwun sewu kang henry yang programmer handal dan jago ini,
    nach trus masalah yang di sampaikan kang henry mengenai program jadul , dbase juga jadul itu mungkin sasarannya supaya aplikasi dan dbase itu bisa jalan di komputer apapun yang di punyai ama dealer, krn perlu di ketahui juga kang sekelasnya dealer di tempat saya ( cah ndeso wonogiri ) ada kalanya dealer itu ngga ada / blom punya komputer, tapi klo toh ada paling banter hanya komputer jadul , coba bayangin klo komputer jadul pkai dbase ORACLE , ato MY sql ato apalah namanya pasti cemut-cemut alias LOLA (kata bahasa kerennya Loading Lambat hehehe) dan paling ribet lagi masih perlu instal itu itu lah , dan klo komputer jadul tadi harus jalankan aplikasi dg dbase yang canggih2 seperti yang di punyai kang henry wah bisa nambah biaya lagi tuch buat dealer utk beli license dan komputer yang high end  , apakah itu tidak memberatkan dealer ?, klo aq yang punya dealer pasti aq ngga mau mas  hehehehe, tp klo data basenya di pak polisi sy denger menggunakan ORACLE mas.
    trus kemudian masalah inputan yang aneh, penyampaian aneh itu sebenarnya bisa di lontarkan setelah mamahami flow system itu sendiri ,tapi klo blom tau flow systemnya maka di pastikan blom tau sasaran serta maksud yang di harapkan , klo sy sich ngga terlalu ngerti masalah system paling banter hanya bisa facebook doannnk , sya sich juga punya temen dealer yg pernah ikut penggunakan system yang di sampaikan ama kang henry, sy coba lihat dan tanya2 ke temen dealer yang nginputkan eeee…temen dealer malah jelasin begini nich,…, “kang ini programnya semua di inputkan menggunakan kode2 istilahnya di kodekan utk semua data yang bersifat statis seperti jenis, merk, wilayah dll, biar ada kesamaan persepsi antara dealer satu dan lainnya serta wilayah satu dan lainnya, biar nanti pada saat di bangun data center di pak polisi gampang utk mengelompokkan data , istilah dia di querykan, karena temen dealer sy kebetulan juga lumayan jago IT mas,
    utk masalah errornya mungkin sy pastikan waktu kang henry mengikuti pelatihan lagi ngantuk kali hehehee….., akhirnya pd saat coba programnya jadi error , pdhal di temen dealer sy normal2 aja,
    jadi klo sy menanggapi program itu mas, dealer2 yg ada staff2 ITnya yang jago (khususnya di kang henry) ngapain repot2 nginput di aplikasi yang di berikan , cukup kontak dengan konsultannya kemudian sharing dan buat migrasi ato konversi dari dbase jenengan, utk outputnya di samakan persis seperti hasil output yang di minta oleh konsultannya, beres dah………, itu baru profesional programmer yang santun mas , bukan malah kasih komen yang sy rasa kurang pas buat sesama komunitas IT,BAPAK TB BILANG “ ORANG LEBIH GAMPANG MELIHAT KEJELEKAN ORANG LAIN DARI PADA KEBAIKANNYA,DAN SETIAP MANUSIA TIDAK BAKALAN MAU MENGUMBAR KEKURANGAN ATAU KEJELEKAN SENDIRI” (hehehe bahasanya di tayangan ISLAM KTP mas ) satu pepatah lagi bilang “menghargai orang lebih mulai dan akan di tambah rejekinya dari pada mencela” WASSALAM “ ( cah wonogiri )

  4. @pak polisi cah wonogiri:
    Wa’alaikumsalam wr wb

    Hehe…tapi kan alangkah lebih cantiknya kalo udah wajahnya cantik, dalemnya juga cantik, manis kan, muanteb gitu… Kan bisa dimaksimalkan tuh delphinya… Saya rasa ada banyak software ber-interface cantik dengan fitur & fungsionalitas yg juga cantik yg bisa dijadikan referensi..

    Yg jadul interfacenya ya, bukan DBnya…. Saya nggak pernah mempermasalahkan DBnya mau pake DB apa… Bicara soal license, kayaknya MS Access juga butuh beli license lho… cek disini http://www.microsoftstore.com/store/msstore/html/pbPage.Office_Compare_Editions?WT.mc_id=MSCOM_HP_US_Nav_BuyO2010

    Syukur alhamdulillah kalo backendnya pake oracle… Semoga tangguh & ampuh… Semoga pengalaman pake konsultan sebelumnya bisa dijadikan pelajaran (online system Blokir BPKB ==> sekarang udah ditutup)…

    Alhamdulillah saya nggak ngantuk mas, jadi saya tahu betul, saya perhatikan betul pas didemokan ‘DUENG’…ada yg error… Atau jangan2 program yg didemokan sama yg dipake di dealer temennya berbeda versi ya…hehe..

    Bukan aneh di hasil outputnya lho mas, jadi saya rasa nggak ada hubungan sama flow systemnya… Kalau outputnya kan biar tar mereka mudah mensinkronkan dengan backendnya… Aneh di cara nginputnya itu lho mas… Misalnya nih, ‘Harus tekan [ENTER] ya, biar tombol simpannya muncul…,’ kan bisa ngambil event ‘OnStateChange’ atau ‘After Insert/Edit’, jadi tanpa tekan [ENTER]pun tetep bisa muncul tuh si tombol…

    Kalo di dealer sudah ada system, tanpa perlu diberi aba2 maupun perintah pasti lebih memilih untuk mengkonversikan datanya…

    Inikan opini mas, kritik, biar bisa lebih baik… Tar kalo diem aja, cuman dipendam, dikira semua berjalan dengan lembut, sempurna, padahal masih ada yg ngganjel di hati (& tulisan di blog saya nggak nambah2….hahaha)… Biar kalo ada konsultannya yg mbaca…”ooo, ada yg ngganjel to,”…

    Terima kasih udah mampir di blog saya yg mati suri ini… :D…
    Komennya keren2, mantab abis… Kalo di k*skus udah tak cendolin semua… :D…
    Sukses buat semua…

    Oya…saya belum hebat mas…masih buanyak yang jauh lebih huebat dari saya…
    Tambah satu lagi mas…Polda Jatim udah running well ya, konsultane sama kayak yg di Polda DIY nggak ya?…

  5. “Dibuat menggunakan Delphi 7, MS Access Database” kalo yang begini mau dipake secara nasional sih sangat tidak masuk akal. Secara ini sistem dipake untuk BPKB seluruh kendaraan bermotor di Indonesia. Ada berapa puluh juta kendaraan yang akan dimaintain dalam sistem ini, apakah bukan suatu kekonyolan menyerahkan hal krusial pada sistem yg dibuat dengan tool yang sudah obsolete. Saya yakin, konsultan skala nasional punya kemampuan lebih dari sekedar delphi dan MS access untuk bikin sistem online BKPB yang solid.

  6. @bocahnakal:
    Kata pak polisi diatas, backendnya pake oracle kok mas…

    Okelah MS Access buat dealernya (frontend), toh datanya tidak sebanyak & sekompleks yg dimiliki kepolisian.. Tapi kita kan juga merupakan bagian dari project ini, boleh saya bilang kami juga clientnya, justru malah ujung tombaknya.. Wajar kan minta yang terbaik juga, toh ini project kesekiannya si konsultan, nasional lagi…

    Wajar kan saya ingin disuguhi Indomie Rebus Special pake telor dengan sayuran didalamnya ditambah sedikit irisan bawang putih & margarin dengan 2 irisan tomat diatasnya… Masak kelas nasional, berpengalaman, berkali2 mengerjakan project yg sama cuman bisa ngasih Indomie Rebus tanpa bumbu… Hasilnya sama lho, mengenyangkan & outputnyapun sama :D… Tapi kalau disuruh memilih?…coba pilih yang mana?…

  7. Ass…
    Amit sewu bpk hendry..
    Saya coment sebagai orang awam yang nol potol tentang IT ang saya tau cuman harga cabe yang kemaren sempet naik…tp saya setuju dengan kata2 dari komen cah wonogiri ini :
    “dealer2 yg ada staff2 ITnya yang jago (khususnya di kang henry) ngapain repot2 nginput di aplikasi yang di berikan , cukup kontak dengan konsultannya kemudian sharing dan buat migrasi ato konversi dari dbase jenengan, utk outputnya di samakan persis seperti hasil output yang di minta oleh konsultannya, beres dah………, itu baru profesional programmer yang santun mas , bukan malah kasih komen yang sy rasa kurang pas buat sesama komunitas IT”

    Itulah indonesia уğ bisanya menyela..Ъ saling mendukung..tunjukan klo memang bisa

    Wassalam

  8. @cecep:
    Wa’alaikumsalam wr wb…

    mungkin jawaban saya dari komen temen2 diatas belum dibaca ya….
    lha kalo untuk dealer yg nggak memungkinkan untuk migrasi?….

    ini nasional lho mas, profesional…
    layak nggak juara Master Chef Indonesia hanya memasak untuk kita Indomie Rebus tanpa bumbu?….
    pasti andapun akan berpikir, “ah…masak sang juara masakannya kayak gini?”….

  9. Assalamu’alaikum.

    Kalo liat tanggal postingnya kayaknya saya udh telat ngasih komentar. Tapi menarik. Hehehehehe…

    Saya pernah bekerja di biro jasa pengurusan STNK, walaupun basic saya IT. Pertama kali sistem ini disosialisasikan saya sedikit merasa aneh. Yang tadinya sudah online lewat email, kok sekarang pake flashdisk. Bukankah itu offline namanya ya. Dan setelah saya lihat langsung prakteknya, kok serabutan sekali. Seperti tidak terkontrol. Apalagi saat mencoba sendiri aplikasinya, terus terang saya kecewa dan sedikit banyak saya setuju dengan mas Henry. Tidak seharusnya aplikasi seperti itu diterapkan dalam sebuah institusi nasional.

    Saya menghargai hasil kerja keras dari pengembang aplikasi tersebut. Mungkin saja saya sendiri belum tentu bisa membuat aplikasi seperti itu. Tapi memang banyak sekali kelemahannya. Contohnya : Jika ada tipe motor baru setiap dealer bisa memasukkan tipe motor tersebut. Tidak ada standar langsung dari pusat. Sehingga ada kemungkinan setiap dealer dengan merk yg sama memiliki tipe motor yang berbeda, padahal motor yg dimaksud adalah sama. Ke dua, setiap dealer tidak ada nomor identitas yg baku di database. Terserah dealer mau menggunakan nomor berapa. Saya jadi bertanya, gimana kalo ada dua dealer dengan nomor yg sama? Satu lagi, karena menggunakan MS Access, saya bisa membuka database dan mengubah isi di dalamnya. Artinya jika saya edit satu field saja tentunya sudah tidak seragam dengan data yg di pusat. Dampaknya pada BPKB dan STNK konsumen, bisa saja datanya tidak valid.

    Untuk user interface-nya saya sendiri merasa kurang nyaman karena agak jauh dari pemakaian aplikasi Windows pada umumnya. Tapi ya terserah pengembangnya mo dibuat gimana. Yg saya kurang sreg ya itu tadi, data-datanya kurang terkontrol.

    Saya pernah menanyakan langsung, siapa pengembangnya. Saya bermaksud memberi masukan untuk perbaikan sistem ini. Tapi nggak ada keterbukaan dari pihak sana. Mo gimana lagi, ikutin aja. Mo ngasih masukan aja susah. Akhirnya saya mengisi saran dan kritik saya di kotak saran yg disediakan.

    Saya nggak tau apakah sekarang sudah membaik atau belum. Harapan saya sih sudah. Kalaupun belum yaaa, saya masih berharap. Hehehehhe… Dampak langsungnya tetap ke konsumen kendaraan bermotor. Kasihan mereka jika di BPKB atau STNK ada data-data yang tidak valid.

    Gitu aja, terima kasih kang Henry. Sebetulnya dari dulu saya pengen ngeluarin uneg2 tentang sistem ini. Wassalam…

  10. Oiya satu lagi, keep posting ya kang. Tetap bekerja, tetap belajar, tetap berkarya, dan tetap berjuang. Hehehehehee…

  11. @alun:
    Wa’alaikumsalam…
    Sampai detik ini belum ada undangan lagi dari Ditlantas…Jadi ya pastinya masih sama, belum ada perubahan…
    Tar kalo tahu pengembangnya siapa jadi tahu juga dong buat Pak itu berapa, buat Bu itu berapa (ooopsss :D )

  12. Mantap kang.. Klo memang ada yang kurang knapa malu untuk dikritik.. itu kan bisa menjadi masukan ke depannya.. Jaya Indonesia


Leave a comment

No trackbacks yet.