henrywae's weblog bekerja..belajar..berkarya..berjuang

2Jan/101

Lho Kok Bau Kemenyan?

Semalam setelah silaturahim dari rumah calon istriku, aku meluncur ke rumah Danang, sahabatku. Disana aku hanya berniat untuk mengambil desain undangan nikah.

Sambil menunggu desain selesai aku minta izin untuk menumpang sholat Isya. Setelah sholat, ngobrol sebentar, kemudian aku berpamitan. Saat berada diluar, lho kok bau kemenyan? Mungkin ada yang bakar kemenyan pikirku. Tak berapa lama danangpun merasakan hal yang sama. Dicari kesana kemari yang berbau hanya seputar sepeda motorku.

Nggak mau berfikir hal yang berbau mistik, akupun segera meluncur pulang. Sempat bingung saat harus menentukan ambil rute mana?, lewat karangkajen yang jalannya sempit, agak crowded, banyak traffic light atau ambil ring road yang sepi tapi agak memutar. Akhirnya kuputuskan untuk mengambil ring road.

Di jalan sempat kepikiran soal bau kemenyan tadi, siapa yang bakar?, kok baunya hanya di seputar motorku? Aku coba untuk berdzikir, membaca ayat kursi. Makin keras kubaca kok makin merinding? Ah, jangan-jangan ada yang bonceng?

Ayat kursi terus kubaca, dan akhirnya rasa merinding mulai hilang saat mendekati kotagede. Mungkin memang ada yang bonceng, pikirku. Sesampainya di rumah kuambil air wudlu, berdoa semoga Allah memberiku kekuatan, senantiasa menjagaku.

Jadi teringat dengan pengajian yang diisi oleh pak Jaslan, teman haji ibu. Allah telah menciptakan manusia, jin, iblis dan setan. Bahwasanya manusia diciptakan lebih unggul, lebih sempurna daripada jin, iblis dan setan. Jin tidak pernah mengganggu manusia , kecuali hanya ingin berkenalan. Jadi ucapkanlah paling tidak satu ayat ketika bertemu, hal ini hanya untuk menunjukkan kepadanya bahwa kita, manusia lebih unggul.

Jadi met kenal ya buat yang bonceng semalam.. 😉

Tags: doa bakar kemenyanbau kemenyanarti bau kemenyanbau kemenyan pertanda apadoa membakar kemenyanbau kemenyan di dalam rumahdoa bakar menyanbau kemenyan dalam rumahbau menyanmembaca ayat kursi merinding