henrywae's weblog bekerja..belajar..berkarya..berjuang

19Aug/100

Khalifah Umar bin Abdul Azis

Membaca artikel Peserta Upacara Tenteng Buku-buku SBY dan SBY Promosi Album Lagu Ciptaannya di Situs Resmi Presiden membuat saya teringat akan kisah Khalifah Umar bin Abdul Azis, cucu Khalifah Umar bin Khatab.

Pada suatu malam, saat Umar bin Abdul Azis sedang melaksanakan sebagian tugas kekhalifahannya, beliau dihampiri putranya.
"Ayah, ada sesuatu yang ingin kuutarakan kepada ayah," ujar putra Umar.
Seketika Umar mematikan lampu minyak yang ada di depannya.
"Kenapa ayah matikan lampu minyak itu?" tanya putra Umar.
"Dengar nak. Ayah matikan lampu minyak ini karena minyak yang digunakan adalah fasilitas dari pemerintah. Sudah selayaknya hanya ayah gunakan untuk kepentingan pemerintahan dan kerakyatan saja. Ayah tidak berhak menggunakan fasilitas ini untuk kepentingan kita," jelas Umar kepada putranya.

Amat sangat jauh dengan sifat pemimpin kita. Upacara kenegaraan malah digunakan untuk tebar pesona. Website kepresidenan yang notabene berdomain go.id malah digunakan untuk promosi. Ditengah makin merangkaknya harga kebutuhan pokok, tulisan "Dapatkan CD Audionya di toko-toko Audio CD terdekat di kota Anda" jelas-jelas tidak memahami bagaimana penderitaan rakyatnya.

Incoming search terms:

|makalah umar bin abdul aziz||umar dan lampu minyak||khalifah matikan lampu||khalifah umar mematikan lampu minyak||umar bin abdul aziz lampu||kisah umar bin abdul aziz lampu||khalifah umar bin abdul aziz||tugas kepemimpinan umar bin abdul aziz||khalifah mematikan lampu||karya tulis Umar bin abdul aziz|