henrywae's weblog bekerja..belajar..berkarya..berjuang

2Jan/101

Jin dan Manusia

Kok jadi demen ngomongin jin ya? Tak apalah, daripada blognya kosong 😀

Sebenarnya yang kutulis ini bukan pengalamanku sendiri. Cerita ini dialami oleh pak Mursyid, teman haji ibu, seorang tokoh agama di kampungnya. Cerita ini beliau sampaikan saat pengajian beberapa waktu lalu.

Ketika itu beliau (pak Mursyid) tinggal disebuah rumah dekat asrama. Di asrama tersebut tinggal seorang pemuda bernama Toni. Sejauh yang beliau tahu mas Toni ini mengalami sedikit gangguan kejiwaan (stress).

Suatu ketika mas Toni berkunjung ke rumah pak Mursyid. Karena beliau masih berada di masjid, disana dia hanya ditemui istrinya. Dia berpesan bahwa pak Mursyid akan diajak berbicara 4 mata. Tetapi ketika mas Toni hendak berpamitan muncullah pak Mursyid.

“Pak, ada waktu untuk berbicara 4 mata?,” tanya mas Toni.
“Ada, silakan mas, ibu tolong masuk dulu, bikinkan minum, mas Toni mau berbicara 4 mata,” ujar pak Mursyid.
“Sebenarnya bukan saya pak yang ingin mengajak berbicara 4 mata, bapak sudah ditunggu di kamar saya, di asrama,” mas Toni berusaha menjelaskan.
“Baik, saya ke asrama,” dan kemudian pak Mursyid berlalu.

Sesampainya di asrama beliau meminta kepada seorang penghuni untuk menunjukkan kamar mas Toni. Ditunjuknya sebuah kamar yang tertutup rapat.

Beliau ketuk pintu, tak ada yang menjawab. Kemudian beliaupun masuk ke kamar. Sepi, tak ada siapapun. Akhirnya beliau duduk, diam, mencoba untuk berfikir apa yang seharusnya dilakukan.

Tak berapa lama beliau berkata dengan lantang, “saya ndak punya ilmu yang cukup untuk berkomunikasi dengan anda, saya hanya minta kepada anda untuk tidak lagi mengganggu mas Toni.” Kemudian beliau meninggalkan asrama dan kembali ke rumah.

Empat bulan berselang, mas Toni kembali muncul ke rumah pak Mursyid dengan wajah yang lebih segar. Dia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pak Mursyid, karena melalui beliau dia sembuh.

Dari apa yang pak Mursyid katakan di asrama, aku bisa menyimpulkan, sebenarnya semua orang bisa belajar untuk berkomunikasi dengan jin. Namun tanpa tujuan yang jelas, tujuan yang bukan karena Allah Ta’ala, tanpa kekuatan iman, ilmu tersebut tidak akan ada gunanya.

Dari yang pernah kudengar, ada banyak sekali jin kafir, jahat yang punya hobi menguping pembicaraan malaikat. Mungkin jin-jin inilah yang memberikan bisikan kepada para peramal. Wallahualam Bissawab, dan Allah Yang Maha Tahu sesungguhnya.

Semua nama pelaku dalam cerita ini kutulis dengan jelas, Insya Allah bisa dipertanggungjawabkan

Tags: pembicaraan jin dan manusia
Tagged as: , , , 1 Comment
2Jan/100

Ujian, Cobaan

Mencoba menulis kembali blog yang sudah lama sekali kutinggalkan.

Sebenarnya apa yang akan kutulis saat ini merupakan isi pesan dari calon istriku yang kuterima tadi pagi setelah subuh. Pesan ini merupakan sikap dari seseorang saat diberi ujian, cobaan oleh Allah SWT.

Cobaan, ujian, setiap orang pasti mengalaminya. Karena hidup adalah ujian. Layaknya guru yang memberikan ujian kepada muridnya, makin tinggi kelas seorang murid, makin sulit pula ujian yang diberikan. Begitu halnya dengan iman, makin tinggi tingkat keimanan seseorang, biasanya makin sulit pula ujian yang diberikanNya. Namun satu hal yang harus selalu menjadi pegangan bahwa Allah pasti memberikan cobaan semampu umatNya.

Hanya Allah-lah satu-satunya yang megetahui sesuatu itu bermanfaat bagi hambaNya. Meski kadang menyakitkan, tapi justru saat cobaan datang itulah kita rasakan kasih sayangNya, keadilanNya. Saat ujian datang, Dia limpahkan anugerah luar biasa berupa kejernihan akal dan kejernihan hati sehingga kita bisa berusaha mencari solusi ditengah kegundahan. Dari sanalah terbentuk sikap pasrah, tawakal karena kita sandarkan harapan kepada KHOLIQ bukan MAKHLUK.

Sebuah penjabaran dari sms yang kuterima tadi pagi dari calon istriku, Sufiati Hasna.