<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>henrywae&#039;s weblog &#187; kotagede</title>
	<atom:link href="http://henrywae.com/tag/kotagede/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://henrywae.com</link>
	<description>bekerja..belajar..berkarya..berjuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Jul 2011 02:16:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Obat Itu Ada di Hati</title>
		<link>http://henrywae.com/obat-itu-ada-di-hati.html</link>
		<comments>http://henrywae.com/obat-itu-ada-di-hati.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 02:42:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henrywae</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Day]]></category>
		<category><![CDATA[iInfeksi empedu]]></category>
		<category><![CDATA[jendela bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[kotagede]]></category>
		<category><![CDATA[PKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henrywae.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu,6 September 2008, tepat hari ke-6 puasa Ramadhan 1429 aku ambruk. Entah apa yang terjadi, setelah jamaah dzuhur tiba-tiba kedua tanganku dingin, kemudian menjalar ke tubuhku. Saat itu juga aku izin pulang. Di jalan aku merasakan tanganku makin mati rasa kakiku mulai dingin dan mati rasa. Mendekati Kotagede,tiba-tiba aku merasakan ulu hatiku seperti ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu,6 September 2008, tepat hari ke-6 puasa Ramadhan 1429 aku ambruk. Entah apa yang terjadi, setelah jamaah dzuhur tiba-tiba kedua tanganku dingin, kemudian menjalar ke tubuhku. Saat itu juga aku izin pulang.<span id="more-8"></span></p>
<p>Di jalan aku merasakan tanganku makin mati rasa kakiku mulai dingin dan mati rasa. Mendekati Kotagede,tiba-tiba aku merasakan ulu hatiku seperti ada yang menusuk. Aku pingsan sesaat, jatuh bersama sepeda motorku. Kaki, tanganku terasa sangat lemas. Kukontak temanku untuk menjemputku.</p>
<p>Aku dibawa ke PKU Kotagede. Disana didiagnosa, tidak ada yang bermasalah, semua normal. Satu jam berselang, tiba-tiba aku merasa sekujur tubuhku kram, dimulai dari kaki, perut, hingga wajah. Aku pasrah, kurasakan batas antara hidup dan mati. Ya Allah, aku pasrah, aku ikhlas jikalau nyawaku diambil. Sampai akhirnya aku dirujuk ke PKU Pusat.</p>
<p>Di PKU aku ditangani oleh dr Iqbal. Hepatitis adalah diagnosa pertama, namun dr Iqbal masih belum yakin, harus di-USG. Hari minggu aku di-USG. Hasilnya?...Ada penumpukan lemak di empedu dan empedu terinfeksi. Empedu harus diambil sebelum infeksi menyebar dan pecah. OMG,empeduku diambil?..nggak kebayang.</p>
<p>Tetapi dr Iqbal menjelaskan bahwa orang tanpa empedu tetap tidak akan ada masalah. Operasi hari selasa, nunggu dokternya dari jepang. OK, ada waktu 1,5 hari. Akupun cari-cari referensi, googling lewat '<em>jendela bergerak</em>'. Hasilnya? Orang-orang tanpa empedu bisa menjalani kehidupannya seperti biasa. Empedu hanya menampung cairan empedu yang dihasilkan hati, tanpa empedu cairan ini akan langsung dialirkan ke usus halus untuk membantu pencernaan.</p>
<p>Hari selasa tiba, operasi akan dilakukan setelah dzuhur. Operasi akan dilakukan dengan metode laparaskopi, hanya akan meninggalkan 3 bekas luka kecil. Operasi akan dipimpin oleh dr Jisdan, dengan anestesi dr Joko. Hah, dr Joko, cool guy, kocak banget, bikin nggak grogi.</p>
<p>Jam 1 operasi dimulai. Tiba-tiba saja selesai, kira-kira jam 3 aku sudah di kamar lagi, mulai siuman, mulai mengigau. Tapi aku merasa tidak ada yang salah dengan tubuhku, tidak ada yang sakit, hanya ada selang yang keluar dari hidungku dan perutku. Dr Jisdan menjelaskan operasi berjalan lancar dan direkam dan aku boleh memiliki rekamannya..wow. Aku merasa ok, tapi 2 hari berikutnya sepertinya ada masalah, badanku mulai membengkak.</p>
<p>Sabtu siang, tepat 1 minggu aku di PKU, aku boleh pulang. Di rumah aku merasakan hawa yang sangat panas. Akupun minta dipindah ke rumah kakakku. Di ruangan ber-AC aku merasa kedinginan. Serba salah..tubuhku yang salah atau memang hawanya yang salah.</p>
<p>Setelah maghrib aku kejang, kurasakan lagi batas antara hidup dan mati. Kupasrahkan lagi hidupku. Lagi-lagi aku dibawa ke PKU. Tekanan darahku 190/130..wow nyaris.</p>
<p>Aku sudah tidak betah di rumah sakit, aku minta pulang. Akhirnya hari minggu jam 10 malam aku pulang. Aku tidak langsung pulang, aku diantar kakakku ke pak Ihsan (HM Ihsanul Arifin), ustad di Karangkajen, aku butuh pendamping spiritual.</p>
<p>Bengkakku semakin parah, wajah, badan, kaki, tangan bengkak semua. Aku cek darah, diperiksa dr Gita (dokter Bethesda), hasilnya ada masalah dengan ginjal, kemungkinan batu ginjal. Ya Allah, kenapa lagi ini. Aku coba check up ke PKU lagi. Aku tidak bertemu dr Iqbal, aku hanya bertemu dr Lusi (dr Iqbal sedang umroh). Akupun diminta cek lab lagi, hasilnya lebih parah, aku divonis gagal ginjal dan harus cuci darah saat itu juga. Hasil lab menunjukkan semua tes jauh diatas normal. Berat badankupun menjadi 81kg (sebelumnya 71kg), dalam kurang dari 2 minggu berat badanku naik 10kg.</p>
<p>Ketika diminta cuci darah, aku dan kedua kakakku menolaknya. Haha, dr Lusi sempat terlihat emosi. Kedua kakakku akhirnya kembali mengantarku ke pak Ihsan. Disana aku banyak mendapat pengalaman spiritual. Thanks Allah, melalui pak Ihsan dan keyakinan hati untuk sembuh, aku mulai sembuh.</p>
<p>Badanku mulai menyusut, bahkan mencapai 64kg. Badanku habis, protein yang kutimbun, senantiasa kususun habis sudah. Tapi aku masih bersyukur, aku masih diberi kesempatan untuk hidup.</p>
<p>Sebulan berlalu dan aku mulai jenuh di rumah. Aku putuskan untuk mulai bekerja meskipun merasa belum begitu sehat. Bertemu kembali dengan teman-teman kantor. Mulai menjalani aktifitas seperti biasa.</p>
<p>Sampai saat ini, saat aku menulis tulisan ini, aku merasa sangat sehat. Tidak ada pantangan makanan apapun meskipun hidup tanpa empedu dan pernah divonis gagal ginjal. Bahkan aku sudah mulai mengumpulkan kembali proten-protein yang sempat hilang dan menyusunnya kembali, badan segar dan kudapatkan berat badan yang kuinginkan selama ini (<span style="text-decoration: line-through;">67</span> 64 kg) <img class="alignnone size-medium wp-image-6" title=":)" src="http://henrywae.com/wp-content/uploads/2008/11/1.gif" alt="" width="18" height="18" />.</p>
<p>Bisa kupetik hikmah dari kejadian ini. Manusia sangatlah kecil di hadapan Allah, nyawa ini hanya dititipkan Allah ke raga kita. Bersyukurlah setiap saat, jalankan kewajiban-kewajiban yang telah diperintahkan Allah, jangan pernah ditunda apalagi dilewatkan, jauhi larangan-laranganNya. Karena tidak henti-hentinya Allah memberikan kenikmatan, kebahagiaan kepada kita. Terima kasih Allah telah mengingatkanku.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4>|<a href="http://henrywae.com/obat-itu-ada-di-hati.html" title="empedu manusia">empedu manusia</a>||<a href="http://henrywae.com/obat-itu-ada-di-hati.html" title="makanan yg tdk diperbolehkan utk operasi empedu">makanan yg tdk diperbolehkan utk operasi empedu</a>||<a href="http://henrywae.com/obat-itu-ada-di-hati.html" title="operasi angkat empedu">operasi angkat empedu</a>||<a href="http://henrywae.com/obat-itu-ada-di-hati.html" title="pantangan operasi empedu">pantangan operasi empedu</a>||<a href="http://henrywae.com/obat-itu-ada-di-hati.html" title="pantangan batu empedu">pantangan batu empedu</a>||<a href="http://henrywae.com/obat-itu-ada-di-hati.html" title="pengalaman hidup tanpa empedu">pengalaman hidup tanpa empedu</a>||<a href="http://henrywae.com/obat-itu-ada-di-hati.html" title="makanan yang dilarang setelah operasi batu empedu">makanan yang dilarang setelah operasi batu empedu</a>||<a href="http://henrywae.com/obat-itu-ada-di-hati.html" title="pantangan makanan orang yang tidak punya empedu">pantangan makanan orang yang tidak punya empedu</a>||<a href="http://henrywae.com/obat-itu-ada-di-hati.html" title="pantangan bagi yang tadak punya empedu">pantangan bagi yang tadak punya empedu</a>||<a href="http://henrywae.com/obat-itu-ada-di-hati.html" title="pantangan setelah operasi batu empedu">pantangan setelah operasi batu empedu</a>|]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henrywae.com/obat-itu-ada-di-hati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

